< Kembali

Weekly Report 26 September 2022

26 September 2022

*MARKET SUMMARY*

KB VALBURY SEKURITAS 
Monday, 26 September 2022

HEADLINE NEWS
•    UNTR akan kembangkan bisnis nikel dan renewable energy
•    ARKO rombak susunan Direksi dan Komisaris
•    INDY bentuk perusahaan JV dengan Foxteq Singapore Pte Ltd
•    ELPI ganti nama dan domisili anak usahanya
•    Per Juni 2022 AGAR bukukan laba Rp5,11 miliar
•    UANG suntik modal ke Lotte Land Sawangan senilai Rp131,04 miliar
•    SULI akan private placement dan lakukan divestasi  
•    RALS targetkan pendapatan tahun 2022 capai Rp5,2 triliun
•    ISAT melakukan PHK karyawannya
•    BBNI pengguna Mobile Banking tumbuh 34,7%
•    PTPP optimistis pembangunan tol Semarang Demak tahun 2022
•    SMGR akan terima pengalihan 75,51% saham SMBR dari pemerintah
•    BJBR gandeng BPDP kelapa sawit perluas layanan perbankan
•    BRIS dapat restu pemegang saham untuk rights issue
•    MEDC akan menggencarkan investasi di hulu gas
•    BBYB akan rights issue di kuartal IV 2022
•    LTLS siapkan Rp 285,5 miliar buat lunasi Obligasi
•    LTLS berikan pinjaman revolving ke anak usaha


VIEW MARKET  

Sentimen pasar dari dalam negeri: 
Asian Development Bank (ADB) memperkirakan angka inflasi di Indonesia masih tinggi sampai akhir tahun 2022. Diperkirakan tingkat inflasi sepanjang tahun ini menjadi 4,6%. Inflasi yang mencapai rata-rata 1,6% tahun lalu, diperkirakan akan naik ke 4,6 persen pada 2022. Meningkatnya tingkat inflasi tersebut tidak terlepas dari dampak kenaikan harga komoditas yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Tak terkecuali dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi beberapa waktu lalu. Tingkat inflasi Indonesia juga diperkirakan masih tinggi tahun depan. ADB memperkirakan tingkat inflasi Indonesia sampai semeter I 2023 bisa mencapai 6%. Namun setelahnya akan kembali reda menuju 4% sampai akhir tahun.

Kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI) tidak akan langsung direspons perbankan dengan menaikkan suku bunga simpanan maupun bunga kredit. Bank Indonesia (BI) melihat terdapat jeda waktu transmisi penyesuaian bunga acuan ke bunga simpanan dan bunga kredit di perban. Transmisi ini pada saat normal membutuhkan waktu satu hingga dua triwulan alias 3 bulan sampai 6 bulan.

Sentimen pasar dari luar negeri : 
Bank Sentral Swiss, Norwegia, hingga Inggris menaikkan suku bunga kembali dipicu inflasi yang tinggi. Bank Inggris menaikkan suku bunga yang tertinggi sejak 2008 silam untuk melawan inflasi tinggi. Di satu sisi, memperingatkan ekonomi Inggris tergelincir ke ambang resesi. Bank Inggris memenuhi sebagian besar ekspektasi pasar karena menaikkan suku bunga utamanya sebesar 0,5 poin persentase menjadi 2,25%. Itu mengulangi langkah Agustus yang telah membawa biaya pinjaman ke level tertinggi 14 tahun.

Prediksi IHSG : 
IHSG diperkirakan melemah pada perdagangan hari ini, Senin (26/09/22), ditengah beragamnya sentiment baik dari internal maupun eksternal bagi pasar BEI, sebagai berikut : Sentimen dalam negeri ; 1) ADB memperkirakan angka inflasi di Indonesia masih tinggi sampai akhir tahun 2022. Diperkirakan tingkat inflasi sepanjang tahun ini menjadi 4,6%, (-), 2) Kenaikan bunga acuan BI tidak akan langsung direspons perbankan dengan menaikkan suku bunga simpanan maupun bunga kredit (+), 3) BKF Kemenkeu memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 di atas kuartal II yang sebesar 5,44% (+), Sentimen pasar ; 1) Rupiah diperkirakan depresiasi terhadap dolar AS (-), 2) Indeks bursa regional Asia diperkirakan bergerak melemah (-), 3) Indeks Wall Street pada perdagangan Jumat (23/09) ditutup menurun (-), 4) Indeks berjangka Wall Street sementara bergerak di zona merah (-), Sentimen global ; 1) US, Chicago Fed Nat Activity Index, Aug, diperkirakan turun menjadi 0.23 dari 0.27 (-) dan, 2) US, Dallas Fed Manf. Activity, Sep, diperkirakan naik menjadi -10.0 dari -12.9 (+).

Perspektif teknikal 
Support Level :   7163/7147/7121
Resistance Level :  7204/7230/7246 
Major Trend : Up
Minor Trend : Down
Pattern : Down to Up (-)

TRADING IDEAS : 
These recommendations based on technical and only intended for one day trading

SMGR: Trading Buy
• Close 7425, TP 7500
• Boleh buy di level 7300-7425
• Resistance di 7500 & support di 7300
• Waspadai jika tembus di 7300
• Batasi resiko di 7100

PTBA: Trading Buy
• Close 4300, TP 4340
• Boleh buy di level  4260-4300
• Resistance di 4340 & support di 4260
• Waspadai jika tembus di 4260
• Batasi resiko di 4180

MEDC : Trading Buy
• Close 995, TP 1015
• Boleh buy di level  975-995
• Resistance di 1015 & support di 975
• Waspadai jika tembus di 975
• Batasi resiko di 935

ISAT:  Trading Buy
• Close 7350, TP 7500
• Boleh buy di level  7175-7350
• Resistance di 7500 & support di 7175
• Waspadai jika tembus di 7175
• Batasi resiko di 6850

PNBN:  Trading Buy
• Close 2270, TP 2360
• Boleh buy di level  2170-2270
• Resistance di 2360 & support di 2170
• Waspadai jika tembus di 2170
• Batasi resiko di 1980

PTPP:  Trading Buy
• Close 990, TP 1005
• Boleh buy di level  980-990
• Resistance di 1005 & support di 980
• Waspadai jika tembus di 980
• Batasi resiko di 955

Ket.  TP : Target Price


(Disclaimer ON) 



Baca laporan selengkapnya…