BBRI siap akuisisi Kredit Usaha Rakyat dari pemerintah dan targetkan kredit konsumer tumbuh 20% YoY
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyatakan siap mengambil alih kredit usaha rakyat (KUR) menjadi produk bank BRI, apabila pemerintahan baru nantinya tidak melanjutkan program KUR. Alasan utama BRI ingin mengambil alih produk KUR adalah pasar untuk KUR sudah mulai jalan dan BRI sudah terlanjur berinvestasi untuk KUR tersebut. BRI menduduki peringkat utama dengan total plafon KUR yang disalurkan BRI mencapai Rp 102,57 triliun. Selain sektor ritel, BRI juga menyalurkan KUR di sektor mikro dengan plafon masing-masing sebesar Rp 19,2 triliun dan Rp 83,37 triliun. Jumlah debitur KUR BRI sebanyak 109.867 UMK dan 10.337.317 UMK dengan rata-rata kredit masing-masing Rp 174,8 juta per debitur dan Rp 8,1 juta per debitur. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menargetkan kredit konsumer bisa tumbuh sebesar 20% YoY, sebab diperkirakan prospek permintaan konsumsi masyarakat masih tetap bagus sampai akhir tahun. BRI tetap akan mengandalkan kredit konsumer di 3 sektor, yakni kredit salary based loan, KPR dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).