BBTN targetkan KPR tahun 2016 tumbuh 21%, 18-19% di 2015
Bank Tabungan Negara (BBTN) telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi di tahun 2015 melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 5,1 triliun. Namun dana itu telah habis sejak Juni 2015. Dana itu pun akan diganti oleh pemerintah melalui APBN 2016. BTN akan bisa membiayai hingga 261 ribu rumah melalui skema FLPP sampai akhir tahun 2015 atau naik 4 kali lipat dari target pemerintah yang sebesar 61 ribu unit. Pada tahun 2016 pemerintah melalui Kementerian PUPR akan kembali menggulirkan dana FLPP sebesar Rp 9,2 triliun. Dana itu akan digunakan untuk BTN yang sudah menghabiskan dana FLPP di 2015. Sedangkan sisanya untuk membiayai KPR subsidi yang baru di tahun 2016. Bank Tabungan Negara (BBTN) menargetkan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tahun 2016 mencapai 21%. Sedang pada tahun 2015 pertumbuhan KPR mencapai 18%-19%. Jika kondisi ekonomi tahun 2016 stabil, perseroan yakin pertumbuhan didominasi oleh segmen menengah ke bawah yang mencapai 60%-70%.