BMRI targetkan dana USD 2 miliar dari pinjaman bilateral & KIK EBA
Bank Mandiri (BMRI) menargetkan dana hingga USD 2 miliar atau sekitar Rp 28,47 triliun (kurs tengah BI USD 1 = Rp 14.234) di sisa tahun 2015. Dana tersebut berasal dari beberapa skema pinjaman bilateral ditambah dengan rencana penerbitan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA). Langkah penghimpunan dana di luar dana pihak ketiga (DPK) tersebut akan diperuntukkan bagi kebutuhan kredit yang bersifat jangka panjang, seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit infrastruktur. Dari jumlah itu akan ada pinjaman yang berasal dari China Development Bank (CDB). CDB dikabarkan akan memberi pinjaman hingga USD 1 miliar. Selain itu Bank Mandiri masih memproses pinjaman bilateral lainnya. BMRI juga akan merealisasikan rencana penerbitan KIK EBA dengan nilai Rp 750 miliar - Rp 1 triliun sebelum akhir tahun 2015. Dari beberapa skema pendanaan itu, manajemen BMRI memprediksi pinjaman berdenominasi rupiah bernilai Rp 5-7 triliun. Dengan beberapa pendanaan itu, Bank Mandiri berharap bisa memperbaiki kualitas likuiditas. Selain itu Bank Mandiri berharap bisa membukukan pertumbuhan kredit 13%-15% di tahun 2015.