Laba ADRO Q3 2021 naik 285,6%, pendapatan naik 31% YoY
Adaro Energy (ADRO) mencatatkan kenaikan pendapatan usaha sebesar 31% yoy menjadi US$ 2,56 miliar dari sebelumnya US$ 1,95 miliar di akhir September 2020. Kenaikan pendapatan usaha ini ditopang kenaikan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 42% yoy seiring tingginya harga batubara. Pendapatan dari pertambangan dan perdagangan batubara masih berkontribusi paling dominan ke pendapatan ADRO yakni senilai US$ 2,47 miliar atau tumbuh 35% yoy. Diikuti dari sektor jasa pertambangan US$ 67 juta dan segmen lainnya US$ 32 juta. Per September 2021, ADRO memproduksi batubara hampir 40 juta ton, atau turun 4% yoy dan mencatat penjualan batubara sebesar 38,86 juta ton atau turun 5% yoy. Adapun kinerja pengupasan lapisan penutup mencapai 173,03 Mbcm atau naik 8% yoy dan nisbah kupas periode ini mencapai 4,36x. Per September 2021 laba bersih ADRO tercatat tumbuh hingga 285,6% yoy dari sebelumnya US$ 120,66 juta di September 2020 menjadi US$ 465,27 juta.