Laba TLKM 1H22 meningkat 6,89% YoY
Sepanjang semester I/2022 Telkom Indonesia (TLKM) mencetak kenaikan pendapatan sebesar 3,6% YoY menjadi Rp71,98 triliun dari Rp69,48 triliun pada semester I/2021. Pendapatan TLKM mayoritas disumbang oleh pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika dengan nilai mencapai Rp41,52 triliun naik 4,92% dibandingkan dengan semester I/2021 yang sebesar Rp39,57 triliun. Sementara pendapatan dari layanan Indihome pada semester I/2022 menyumbang Rp13,83 triliun, naik 7,39% yoy dibandingkan dengan Rp12,87 triliun pada semester I/2021. Adapun kontribusi pendapatan dari layanan lainnya yang mencakup call center service, e-health, dan e-payment adalah Rp2,77 triliun. Adapun laba tahun berjalan per Juni 2022 meningkat 6,89% yoy menjadi Rp13,31 triliun dari Rp12,45 triliun pada semester I/2021, Total aset per 30 Juni 2022 tercatat berada di posisi Rp275,27 triliun, turun dari nilai per akhir Desember 2021 sebesar Rp277,18 triliun. Meski demikian investasi jangka panjang pada instrumen keuangan mengalami kenaikan dari Rp13,66 triliun menjadi Rp14,97 triliun pada 30 Juni 2022. Investasi pada instrumen keuangan jangka panjang ini mencakup investasi pada obligasi konversi pada berbagai perusahaan rintisan (start-up) yang bergerak di bidang informasi dan teknologi. Investasi pada obligasi konversi ini mencakup investasi pada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa yang merupakan induk usaha jek sebelum merger dengan PT Tokopedia. Pada 16 November 2020, Telkomsel mengadakan perjanjian dengan jek untuk investasi dalam bentuk obligasi konversi tanpa bunga sebesar US$150 juta atau setara dengan Rp2,11 triliun per 31 Desember 2020. Obligasi konversi tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 16 November 2023. Seiring dengan merger yang dilakukan jek dan Tokopedia pada 2021, TLKM mengeksekusi perjanjian di mana obligasi dikonversi menjadi saham.