Credit Suisse (CS) - Banking Sector Commentary - Recommend OUTPERFORM BBRI, BMRI, BDMN & BBNI; NEUTR
Sektor Perbankan Indonesia r Meskipun tidak berlebihan namun valuasi perbankan Indonesia tidak memberikan diskon. Dengan demikian kemampuan perbankan untuk mencapai pertumbuhan yang sesuai harapan sangatlah penting. r Per April 2010, pinjaman perbankan Indonesia mengalami pertumbuhan 14.5% YoY didukung oleh pinjaman konsumsi dan pinjaman investasi. Secara historis 2H mewakili periode penguatan pinjaman dibandingkan 1H. Selain itu melemahnya pertumbuhan pinjaman pada 2009 menyebabkan penurunan dasar bagi perbandingan YoY pada 2010. Dengan demikian Credit Suisse (CS) percaya perbankan Indonesia sesuai rencana untuk mencapai perkiraan pertumbuhan pinjaman 24% pada 2010. r Perbankan Indonesia pada umumnya berada pada resiko perdagangan yang lebih tinggi dibandingkan vernment bond yield 10 tahun. Namun demikian harga saham perbankan Indonesia menunjukkan tingkat kerentanan yang tinggi dibandingkan dengan vernment bond yield, yang secara historis juga menunjukkan kerentanan yang tinggi. r Oleh karena itu CS memperkirakan resiko melemahnya saham perbankan Indonesia, jika harga vernment bond yield Indonesia mengalami kenaikan, hal ini akan memberikan entry points yang lebih baik. CS mempertahankan rekomendasi BMRI sebagai pilihan utama. r BBCA : Neutral, Harga target Rp 6,000 BBRI : Outperform, Harga target Rp 11,000 BMRI : Outperform, Harga target Rp 7,200 BDMN : Outperform, Harga target Rp 6,700 BBNI : Outperform, Harga target Rp 3,000 PNBN : Neutral, Harga target Rp 1,220