Pemerintah akan melepas kembali kepemilikan sahamnya di Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesi
Pemerintah akan melepas kembali kepemilikan sahamnya di Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) guna memperbesar porsi saham publik (free float) hingga menjadi 40% yang kemungkinan pada tahun ini. Mekanisme penawaran saham masih belum bisa ditentukan, bisa melalui `secondary offering` atau `right issue` yang masih dipertimbangkan sehingga dapat menambah kepemilikan mereka. Selain untuk memperoleh modal tambahan untuk kegiatan operasional bank-bank tersebut, penambahan saham "free float" itu juga bertujuan untuk memperoleh insentif pajak dari pemerintah. Nantinya kedua BUMN perbankan itu akan mendapat insentif pajak sebesar 5% sesuai ketentuan perundang-undangan. Saat ini kepemilikan saham publik di Bank Mandiri sekitar 33%, sedang saham publik di BNI sekitar 15%. Pemerintah merencanakan kepemilikan publik di kedua bank itu menjadi 40%.