PTBA kaji tambah produksi batu bara 10% di tahun 2018
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) mengkaji kemungkinan penambahan produksi batu bara sebesar 10% atau 2,5 juta-3 juta ton pada tahun 2018 untuk memanfaatkan insentif kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Pada tahun 2018 perusahaan merencanakan peningkatan produksi batu bara sebesar 5,32% YoY menjadi 25,54 juta ton dari sebelumnya 24,25 juta ton. Bila dapat direalisasikan, volume produksi batu bara perseroan pada tahun 2018 menjadi 28 juta-28,54 juta ton. Namun manajemen harus mempertimbangkan aspek teknis, seperti penambahan peralatan dan kapasitas angkutan Kereta Api. Pada kuartal I 2018 PTBA merealisasikan penjualan batu bara sejumlah 6,3 juta ton, naik 15,9% YoY dari sebelumnya 5,43 juta ton. Pemasaran batu bara ke PLN mencapai 2,9 juta ton, atau 46% dari total penjualan, sehingga melampaui batasan DMO 25%. Peningkatan kinerja operasional membuat pendapatan perseroan pada kuartal I 2018 tumbuh 26,43% YoY menjadi Rp 5,75 triliun dari kuartal I 2017 sebesar Rp 4,55 triliun. Pemasaran batu bara ekspor berkontribusi 55% dari total pendapatan, pasar domestik 43%, dan aktivitas lainnya 2%. Harga jual batu bara rata-rata PTBA pada kuartal I 2018 mencapai Rp 892.243 per ton, tumbuh 9,74% YoY dari kuartal I 2017 senilai Rp 813.073 per ton. Laba bersih PTBA pada kuartal I 2018 mencapai Rp 1,45 triliun, naik 66,64% YoY dari sebelumnya Rp 870,83 miliar.