ANTM disarankan jalin kerja sama dengan Inalum, Produksi alumina smelter Tayan diekspor ke Jepang
Menteri BUMN menyarankan Aneka Tambang (ANTM) menjalin kerja sama dengan BUMN lain seperti Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam menggarap proyek di Mempawah. Kerja sama ini bertujuan agar investasi pembangunan proyek dengan biaya cukup besar tersebut mampu tertutupi. Selain itu, rencana joint venture tersebut juga dilakukan untuk menjamin pasokan bahan baku alumina untuk memproduksi aluminium int (batangan) yang bahan bakunya masih impor dari Australia. Pabrik pemurnian (smelter) alumina pertama Indonesia di Tayan, Kalimantan Barat, patungan dari Aneka Tambang (ANTM) sebesar 80% dan 20% dimiliki Showa Denko Jepang, akan mulai beroperasi komersial. Pabrik ini akan mampu produksi sebanyak 150.000 ton alumina grade. Targetnya pabrik alumina ini bisa memproduksi hingga 300.000 ton alumina per tahun mulai tahun 2016 dengan mengkonsumsi 800.000 ton bauksit. Bauksit akan disuplai oleh pertambangan Antam di sekitar pabrik tersebut. Hasil produksinya sepenuhnya akan di ekspor ke Jepang. Showa Denko telah memenangkan kontrak untuk mengambil 70 persen dari kapasitas produksi pabrik pemurnian itu dan sisanya akan dipasarkan ke pasar domestik dan di luar Jepang.