BBTN akan tingkatkan porsi kredit perumahan dari saat ini 89%, siapkan EBA-SP kedua
Usai menerbitkan efek beragun aset surat partisipasi pertama (EBA-SP) di Indonesia, Bank Tabungan Negara (BBTN) berencana kembali menerbitkan sekuel dari produk sekuritisasi tersebut pada tahun depan dengan nilai maksimal Rp1,5 triliun. Asumsi awalnya, perseroan sempat memasang target penerbitan sekuritisasi senilai Rp3 triliun. Namun melihat situasi yang belum kondusif jelang akhir tahun ini, BBTN hanya menerbitkan EBA-SP senilai Rp181,6 miliar. Bank Tabungan Negara (BBTN) berencana meningkatkan porsi kredit untuk perumahan. Hal ini sejalan dengan permintaan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, yang menginginkan BTN fokus sebagai bank penyalur kredit perumahan. Hingga November 2015 porsi kredit untuk sektor perumahan baik untuk KPR mau pun konstruksi rumah telah mencapai 89% dari total seluruh kredit BTN. BBTN menargetkan kredit tahun 2016 akan ada di 16%-20%. Program pembangunan sejuta rumah diprediksi akan mendorong kenaikkan Net Interest Margin (NIM) namun akan tetap menjaga ATMR (Aktiva Terimbang Menurut Risiko), sehingga ROE tetap tinggi. Program Sejuta Rumah apalagi untuk KPR subsidi NIM-nya diperkirakan hanya 4% tetapi ATMR-nya 20%.