Kembali
BBTN - Bank Tabungan Negara (Persero)

BBTN belum minat revaluasi aset, undisrbursed loan capai Rp 8-9 triliun

22 Oktober 2015

Kredit yang belum tersalurkan atau ditarik oleh debitur (undisbursed loan) Bank Tabungan Negara (BBTN) hingga kini mencapai sekitar Rp 8 triiun – Rp 9 triiliun, di mana masih didominasi kredit konsumsi khususnya kredit pemilikan apartemen (KPA). Pembangunan rumah tapak membutuhkan waktu selesai sekitar empat bulan, sedang apartemen dibutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk pembangunannya. Menurut perseroan total kredit yang belum tersalurkan tersebut dapat berubah pada akhir tahun tergantung banyaknya jumlah kredit baru yang disetujui pada sisa akhir tahun 2015. Apabila pada dua bulan terakhir ini tidak banyak terdapat persetujuan kredit baru, maka total undisbursed loan bisa menurun karena proses pencairan sebagian telah direalisasikan. Tingkat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perseroan mulai turun meski tidak signifikan. Bank Tabungan Negara (BBTN) menyatakan belum berminat melakukan revaluasi aset meski pemerintah berencana akan memangkas tarif pajak penghasilan (PPh) Final dari 10% menjadi 3% hingga akhir tahun 2015. Perseroan masih konsentrasi pada yang lebih besar yakni memperbesar pinjaman subordinasi. Konversi dari dana FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) menjadi pinjaman subordinasi dari pemerintah.

Related Research

Banking & Finance
BBTN - Proven resilience; testing ‘26F stage for re-rating
Akhmad Nurcahyadi 23 Desember 2025 Lihat Detail
Banking & Finance
BBTN - Expecting stronger results in the following quarters
Akhmad Nurcahyadi 11 Mei 2023 Lihat Detail
Banking & Finance
BBTN - Another solid monthly earnings; above
Akhmad Nurcahyadi 08 September 2025 Lihat Detail