CLSA (KZ) Recommend Maintain UNDERPERFORM PTBA
PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp 2.7 triliun pada FY09, mengalami kenaikan 60% YoY secara garis besar melampaui perkiraan konsensus dan CLSA (KZ). Pertumbuhan laba sebagian besar didorong oleh kenaikan harga yang diperoleh dari PLN pada FY09, mengalami kenaikan 65% YoY. Perseroan juga membayar pajak lebih rendah dari asumsi 30%, sebesar 27% pada FY09. r Biaya produksi sesuai dengan perkiraan, namun biaya G&A mengalami kenaikan 40% YoY menjadi Rp 695 milyar pada FY09, jika dibandingkan dengan asumsi kenaikan 5%. Kenaikan biaya operasional ini disebabkan oleh : 1) kenaikan provisi bagi biaya pensiun, yang tercermin dari kenaikan gaji dan upah, mengalami kenaikan 40% YoY, 2) kenaikan biaya suku cadang dan perbaikan, mengalami kenaikan 65% YoY, dan 3)biaya lain yang mengalami kenaikan hingga 50% r Perkiraan kasar KZ terhadap laba akan mengalami penurunan 3%-5% dari perkiraan awal 2010-2012. r Manajemen modal kerja mengalami perbaikan. Piutang yang belum dibayar PLN, dibayar penuh pada 4Q09, sebesar total Rp 1.6 triliun. Hal ini menyebabkan turnover piutang per Desember menjadi 70 hari dibandingkan sebelumnya 170 hari pada 3Q09 dan 155 hari pada 2Q09. r Perseroan menargetkan volume penjualan sebesar 15.6 juta ton, mengalami kenaikan 25% YoY. Saat ini KZ memperkirakan penjualan sebesar 15.2 juta ton karena KZ tidak seoptimis Bukit Asam, karena KZ masih menunggu konfirmasi IPC untuk memastikan berjalannya produksi. r Dari segi penetapan harga, Bukit Asam menegaskan sekitar 60% target penjualan pada FY10 telah dikontrakkan dan dihargai. Hal ini termasuk 5.5 juta ton yang dijual pada anak usaha Indonesia Power, PLN sebesar Rp 685k/t, sementara sisanya sebesar 3.5 juta ton sebagian besar dijual untuk ekspor pada harga sekitar USD 50/ton – USD 60/ton. r Saham perseroan underperform usaha sejenis pada 3 bulan terakhir, mengalami penurunan 15% dan harga saham turun di bawah harga target. Pilihan utama KZ pada sektor ini masih Adaro Energy dan ITM.