Deutsche Bank (DB) Recommend BUY BMRI - TP 6000
Laba bersih Mandiri 9M09 sebesar Rp 4.6 triliun (+17% YoY, +11% QoQ) sesuai dengan proyeksi Deutsche Bank (DB), mencerminkan ROAE sebesar 21%. Kenaikan QoQ didorong oleh penurunan beban provisi. Pada level operasional 9M09 pre-provisioning operating profit mencapai sebesar Rp 9.2 triliun (+25% YoY) mengalami penurunan QoQ karena berkurangnya NIM sebagai akibat perubahan harga pada portofolio bond. NIM akan mengalami pemulihan 5.3%-5.4% sebesar 100 bps- karena penurunan TD dan akselerasi pertumbuhan pinjaman. Mandiri akan menjadi penerima keuntungan terbesar dari pemulihan pinjaman korporasi. DB memberikan rekomendasi “buy” dan harga target Rp 6,000. r Neraca menunjukkan kenaikan pada pertumbuhan pinjaman sebesar 4% QoQ menyebabkan pertumbuhan YTD mengalami pertumbuhan menjadi 7%. Simpanan mengalami pertumbuhan 3% QoQ (+21% YoY), dengan biaya simpanan rendah hanya sebesar 57% (+50bps QoQ). Hal ini menunjukkan LDR sebesar 63% (sejak Desember 2008 sebesar 60%).Gros NPL mengalami penurunan menjadi 3.7% berkat penagihan dan write-offs, sehingga provisi mencapai 175%. r Bank Mandiri akan menerima keuntungan dari pertumbuhan pinjaman korporasi mengingat jumlah modal yang besar. Rasio CASA (current account saving account) seharusnya mengalami kenaikan hingga 60% karena meningkatnya saluran distribusi. Kebijakan kenaikan suku bunga sebesar 110 bps pada 12 bulan ke depan akan menaikkan yield terhadap bonds pemerintah. IPO Garuda pada 2010 akan mendongkrak rasio modal.