Laba BMRI Q1 2022 capai Rp 10 triliun naik 70% YoY
Sepanjang kuartal I 2022 Bank Mandiri (BMRI) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 10 triliun atau tumbuh 70% YoY, Sementara Pendapatan Bunga Bersih (NII) tercatat Rp 20,48 triliun, naik 17,1% YoY. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan kredit yang secara konsolidasi sebesar 8,93% YoY mencapai Rp 1.072,9 triliun. Segmen wholesale yang menjadi core competence tercatat tumbuh 7% YoY mencapai Rp 549,8 triliun sementara kredit ritel tercatat mencapai Rp 292,5 triliun, tumbuh signifikan 10,37% YoY terutama didorong oleh segmen mikro produktif yang tumbuh 19,69% YoY dan SME yang tumbuh 10,97% YoY. Pencapaian segmen Mikro terutama ditopang oleh penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 10,49 triliun. Realisasi tersebut setara dengan 26,2% dari total plafon KUR yang ditugaskan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp 40 triliun sepanjang tahun 2022. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross per Maret 2022 secara konsolidasi sebesar 2,66% turun 49 bps dari posisi yang sama tahun sebelumnya, Di sisi lain penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat menembus Rp1.27 triliun atau tumbuh 7,42% YoY ditopang digitalisasi yang meningkatkan dana murah (CASA) tumbuh 10,93% YoY menjadi Rp 748,6 triliun dengan rasio CASA mencapai 75,0%. Per Maret 2022 Total Asset BMRI tercatat sebesar Rp 1734,1 triliun atau tumbuh 9,47% YoY.