BRIS targetkan pembiayaan tahun 2018 tumbuh 14%-15% YoY
BRI Syariah (BRIS) menargetkan pembiayaan tumbuh 14%-15% di tahun 2018 menjadi sebesar Rp 22 triliun. Target ini setelah BRI Syariah melakukan konsolidasi karena kenaikan pembiayaan bermasalah atau non performing finance (NPF) di tahun 2017. Mayoritas pembiayaan akan mengalir ke segmen ritel termasuk konsumer dan UMKM, sisanya untuk segmen komersial. Saat ini sebanyak 66% pembiayaan dari ritel dan 34% dari pembiayaan komersial. Per Mei 2018 pembiayaan BRI Syariah telah mencapai Rp 20,42 triliun, atau telah mencapai 92% dari target setahun. Posisi CAR sebesar 29,93% per Mei 2018, atau naik dari 20,68% di Mei 2017. Tahun 2018 BRIS fokus menyalurkan pembiayaan ke komersial untuk debitur-debitur BUMN. Pembiayaan terutama di sektor komoditas dan infrastruktur secara luas, seperti jalan tol dan kelistrikan. BRIS tetap membiayai ke komoditas seperti tambang meskipun ada risiko. Rasio non performing financing (NPF) tercatat 4,32% per Mei 2018. BRIS akan menjaga NPF di bawah 5%. Mayoritas NPF disumbang dari debitur pembiayaan komersial yang lama dari sektor tambang.