Laba bersih BBRI tumbuh 75,5% YoY pada 2021
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) membukukan laba bersih sebesar Rp32,21 triliun pada 2021, tumbuh 75,53% YoY, didukung oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 27,50% YoY menjadi Rp95,82 triliun. Sementara itu, secara konsolidasi, pada tahun lalu laba perseroan mencapai Rp30,75 triliun atau meningkat 64,79% YoY, didukung oleh pendapatan bunga bersih konsolidasi sebesar Rp114,09 triliun atau tumbuh 21,92% YoY. Penopang utama pertumbuhan laba berasal dari kinerja kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga yang tumbuh positif disertai penurunan biaya bunga yang signifikan dan di saat bersamaan perseroan mampu mengelola portfolio mix serta kualitas aset sehingga dapat meningkatkan yield asset. Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan juga didukung dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. LDR bank secara tercatat 83,53% dengan CAR 27,25%. Kredit (bank only) tumbuh 7,16% YoY. Seluruh segmen tumbuh positif dengan driver utama pertumbuhan kredit masih berada pada segmen mikro yang tumbuh 12,98% YoY. Sementara itu, segmen consumer tumbuh 3,97% YoY, segmen kecil dan menengah tumbuh 3,55%, dan segmen korporasi naik 2,37%. Tahun ini, BBRI optimistis dengan memproyeksikan kredit tumbuh 9-11%, NIM 7,6%-7,8%, cost of credit 2,8-3%. Rasio CASA meningkat dari 59,66% pada 2020 menjadi 63,08% pada 2021 sehingga beban bunga turun sebesar 25,54% YoY.