Kembali
KLBF - Kalbe Farma

BNP Paribas (BW) Recommend Maintain BUY KLBF - TP 1630

BNP Paribas (BW) percaya pasar memberikan harga yang tidak tepat bagi Kalbe Farma. Meskipun margin diperkirakan mengalami perbaikan karena penguatan rupiah (naik hingga 7% pada 2 bulan terakhir), harga saham Kalbe mengalami penurunan 3%, underperformed terhadap pasar sebesar 11% . BW memperkirakan perbaikan margin 3Q membaik menjadi 55% dibandingkan pada 2Q yang sebesar 50% karena 70%-80% bahan baku divisi farmasi Kalbe Farma (yang merupakan separuh dari pendapatan) masih diimpor. BW percaya saham KLBF undervalue (saat ini diperdagangkan pada 20% dari valuasi pasar 2010). r Untuk menangkap pertumbuhan tradisional, Kalbe telah memutuskan untuk melanjutkan akuisisi dengan cadangan kas sebesar Rp 2 triliun. Perseroan juga memiliki kemampuan untuk melakukan akuisisi yang lebih besar karena masih banyak ruang untuk menaikkan rasio hutang ( saat ini perseroan dalam posisi kas bersih). Kekhawatiran terbesar adalah perseroan tidak mau berlebihan membayar akuisisi sejak akuisisi dari perusahaan konsumer terakhir dilakukan pada 20X P/E jauh di atas valuasi Kalbe. Hal ini juga menggarisbawahi fakta bahwa Kalbe mengalami undervalue, dimana Kalbe merupakan perusahaan farmasi terbesar di Indonesia dengan jaringan distribusi terluas. Sebelumya Kalbe tertarik untuk mengakuisisi Bristol-Myers Squibb Indonesia (SQBI) – yang dikenal dengan merk produk seperti Counterpain, Daktarin dan Tempra; namun Kalbe gagal pada tahap terakhir. r Pada level saat ini Kalbe diperdagangkan pada PE 2010 sebesar 11.2x, pada par dengan PE rata-rata 6 tahun, tetapi secara substansi lebih rendah dari puncak PE 20x pada pertengahan 2007, meski pun : 1) Kalbe saat ini lebih kuat 2) Kalbe saat ini hanya bermain di sektornya, 3) Income per kapita di Indonesia telah meningkat, yang seharusnya membantu pertumbuhan Kalbe. r BW mempertahankan rekomendasi “buy” dan target harga Rp 1,630 (24.4% upside) berdasarkan PE 2010 sebesar 13.9x yang mengimplikasikan 10% diskon terhadap valuasi farmasi regional, menetapkan ukuran dan likuiditas Kalbe lebih kecil.

Related Research

Consumer
KLBF - Stronger growth and margins expansion
Andre Suntono 12 Juli 2023 Lihat Detail
Consumer
KLBF - Performa solid pada kuartal pertama tahun 2022
Winny Rahardja 10 Mei 2022 Lihat Detail
Consumer
KLBF - Expects a Brighter 24F, after a weak 23f
Andre Suntono 20 Maret 2024 Lihat Detail