BBRI harapkan kredit mikro tahun 2015 tumbuh 17% YoY, andalkan kredit korporasi dari kontribusi Bulog
Pertumbuhan kredit korporasi Bank Rakyat Indonesia (BBRI) hingga akhir tahun bergantung pada penyaluran ke Bulog guna melakukan penyerapan sejumlah komoditas. Dari laporan keuangan Juni 2015, total kredit korporasi naik tipis 2,8% YoY menjadi Rp131,6 triliun Kredit korporasi BUMN turun 9,9% YoY menjadi Rp71,8 triliun, sedangkan kredit korporasi swasta naik 23,86% YoY menjadi Rp59,7 triliun. Turunnya pertumbuhan kredit BUMN karena Bulog tidak melakukan bridging loan akibat anggaran dari pemerintah untuk raskin yang turun tepat waktu. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengharapkan kredit mikro perseroan hingga akhir tahun 2015 dapat tumbuh mencapai 17% YoY. Pertumbuhan kredit mikro BRI hingga triwulan II 2015 mencapai 15%, di atas rata-rata pertumbuhan industri 11%-12%. Program KUR akan diluncurkan pada 14 Agustus 2015 dengan anggaran sebesar Rp 21 triliun. Perseroan mengharapkan penyaluran kredit ke sektor tersebut dapat tumbuh 12%-14%. Sementara kredit ke BUMN diharapkan akan kembali membaik di triwulan III 2015.