Back
BBTN - Bank Tabungan Negara (Persero)

BBTN akan terbitkan obligasi sekitar Rp 3 triliun

04 October 2017

Bank Tabungan Negara (BBTN) berencana menerbitkan kembali obligasi untuk menghimpun pendanaan dari pasar modal guna memperkuat permodalan pada tahun 2018. Jumlah surat utang yang akan dirilis direncanakan sekitar Rp 3 triliun. Hal tersebut guna mengantisipasi potensi penurunan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang berpotensi tergerus. Potensi penurunan CAR tersebut seiring dengan tidak diperpanjangnya masa relaksasi bobot risiko dalam penghitungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang berakhir pada tahun 2017. Bank Indonesia banyak mengeluarkan kebijakan yang sifatnya relaksasi. Salah satu relaksasi yang diterapkan untuk mengembangkan penyaluran KPR khususnya yang disubsidi oleh pemerintah adalah menurunkan rasio ATMR dari 35% menjadi 20%. Kebijakan terkait aset tertimbang menurut risiko (ATMR) KPR subsidi itu dikeluarkan Bank Indonesia pada 2015, guna menyokong BTN menyukseskan program penyediaan rumah rakyat Satu Juta Rumah. Relaksasi tersebut membuat BBTN memiliki kelonggaran dari segi permodalan untuk menyalurkan kredit subsidi. Bila ATMR semakin besar, rasio permodalan yang diperlukan untuk penyaluran kredit makin besar. Dengan berakhirnya masa relaksasi ATMR KPR subsidi akan membuat rasio permodalan (CAR) BTN berpotensi turun sebesar 1,5% ke depan. Perseroan menyatakan kinerja BBTN kemungkinan tidak akan terganggu, sebab posisi rasio permodalan di level 16% -18%, atau masih di level aman mengacu pada ketentuan BASEL III sebesar minimal 15%.

Related Research

Banking & Finance
BBTN - Inline 1Q24 earnings
Akhmad Nurcahyadi 30 April 2024 See Detail
Banking & Finance
BBTN - FY25 earnings above; expect CoF to stay low
Akhmad Nurcahyadi 20 February 2026 See Detail
Banking & Finance
BBTN - Below than expected FY24 PATMI
Akhmad Nurcahyadi 12 February 2025 See Detail