BBTN dapat penambahan dana FLPP Rp2 triliun
Bank Tabungan Negara (BBTN) menyatakan pemerintah telah menyepakati penambahan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp2 triliun. Hal tersebut dapat mendorong kesempatan BBTN untuk membangun perumahan bersubsidi lebih besar di tengah permintaan yang tinggi. Saat ini BBTN tengah mempersiapkan prosedur administratif agar dana FLPP bisa dicairkan. Dikatakan bahwa dana tambahan FLPP ini hanya BBTN saja yang akan menjadi penyalurnya. Ditargetkan dana tersebut dapat segera tersalurkan maksimal hingga akhir tahun 2019. Diharapkan dengan penyaluran dana FLPP tambahan ini nantinya akan mampu mencakup pembiayaan bagi sekitar 20 ribu pembelian rumah. Sementara itu dana FLPP untuk tahun 2020 dianggarkan oleh pemerintah sekitar Rp11 triliun. Dengan pagu tersebut diharapkan target pembangunan sejuta rumah bisa dikerjakan. Hingga kuartal III 2019, perseroan mencatatkan penyaluran kredit perseroan yang naik sebesar 16,75% dari Rp220,07 triliun pada September 2018 menjadi Rp256,93 triliun di periode yang sama tahun ini.