BNI menempatkan dana di berbagai surat utang dalam divisi treasury hingga Rp 37,7 triliun.
Bank Negara Indonesia (BBNI) menempatkan dana di berbagai surat utang dalam divisi treasury hingga Rp 37,7 triliun. Jumlah tersebut berkontribusi hingga 24% bagi pendapatan bunga. Interest income (pendapatan bunga) dari loan (kredit) 72%, dari treasury kira-kira 24%. Per kuartal I 2011 interest income mencapai 4,7%. Dari jumlah Rp 37,7 triliun tersebut, sebanyak Rp 29 triliun ditempatkan pada surat utang, dengan pembagian : surat utang dengan suku bunga tetap yaitu antara lain di obligasi valas, ORI (obligasi ritel Indonesia), sukuk, sukuk ritel, dan Reksadana Terproteksi sebesar Rp 14 triliun. Hingga saat ini interest income (pendapatan bunga) BNI mayoritas masih disumbangkan dari pinjaman kredit. Perseroan bergantung tetap dari loan dimana pada triwulan I mencapai Rp 130 triliun, dan perseroan mencoba menaikkan 20% ke Rp 156 triliun. Hingga triwulan I 2011, BNI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 138,65 triliun, naik 16,6% dibandingkan triwulan I 2010 sebesar Rp 118,86 triliun.