BWPT peroleh pinjaman Rp 2,5 triliun
Eagle High Plantations (BPWT) segera memperoleh pinjaman senilai lebih dari Rp 2,5 triliun. Sebagian pinjaman akan digunakan untuk melunasi utang sehingga modal kerja negatif perseroan yang saat ini sebesar Rp 1,84 triliun dapat berkurang. Salah satu yang menyebabkan modal kerja negatif adalah utang obligasi Rp 703 miliar yang akan jatuh tempo pada November 2015. Tahun ini, BWPT menganggarkan belanja modal sebesar Rp 800 miliar untuk kebutuhan pembangunan dua pabrik CPO yang berkapasitas masing-masing 45 ton per jam dan penanaman 5.000-10.000 ha lahan baru, serta merawat tanaman belum menghasilkan. Sementara itu, Rajawali Corpora, induk usaha BWPT, bersama dengan Felda Global Ventures Holdings Bhd tengah mematangkan rencana pembangunan pusat oleokimia di Indonesia. Nilai investasi proyek tersebut pada tahap awal sekitar USD 1,5 miliar. Target finalisasi rancangan proyek pada Juni 2016.