ERAA merevisi target laba 2014 menjadi Rp280 miliar karena kurs USD
Erajaya Swasembada (ERAA) mengandalkan re-bid dengan prinsipal handset untuk mengejar target pencapaian laba bersih tahun ini yang mencapai Rp280 miliar. Hingga kuartal III/2014, perseroan baru membukukan Rp181,2 miliar atau sekitar 64,7% dari target. Peolehan tersebut juga lebih rendah 23,81% dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp237,83 miliar. Namun demikian, perseroan optimis dapat mencapai angka yang diharapkan dan belum berencana kembali melakukan revisi target. Di samping mengandalkan re-bid, perseroan yakin kontribusi penjualan Xiaomi dapat menutup perlambatan yang terjadi. Sebelumnya, ERAA menargetkan laba bersih Rp440 miliar, namun tekanan nilai tukar membuat perseroan merevisi menjadi Rp280 miliar. Erajaya Swasembada (ERAA) menargetkan bisa membangun minimal 60 gerai baru Erafone pada tahun depan. Wilayah pengembangan yang disasar hingga ke luar pulau Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.