JP Morgan (BK) Recommend Maintain OVERWEIGHT ANTM - TP 2900
ANTM membukukan laba bersih 1Q10 sebesar Rp 202 milyar, mengalami kenaikan 124.7% YoY. Secara historis 1Q memberikan kontribusi 23.4% dari total pendapatan bersih per tahun, pendapatan bersih 1Q10 jauh di bawah perkiraan JP Morgan (BK) (14.3%) dan konsensus (15.6%) yang masing – masing sebesar Rp 1,417 milyar dan Rp 1,297 milyar. Laba yang lebih rendah dari perkiraan didorong oleh penurunan volume dan kenaikan biaya SGA. r Margin kotor mengalami perbaikan dari 6.1% pada 1Q09 menjadi 28.7% pada 1Q10 meskipun mengalami penurunan penjualan YoY. Hal ini terjadi karena ANTM memutuskan untuk membatasi aktivitas perdagangan emas yang hanya memberikan margin kecil, dan berfokus pada aktivitas pertambangan yang tinggi. Operasional nikel ANTM mengalami peralihan dari rugi sebesar Rp 29 milyar pada 1Q09 menjadi untung Rp 308 milyar pada 1Q10. r Dengan penurunan volume dan kenaikan biaya pengiriman pada 1Q10, BK melakukan revaluasi model dan memasukkan hasil 1Q09 pada perkiraan BK. BK tidak melakukan penyesuaian harga jual, hanya menurunkan volume dan menaikkan biaya SGA. Hal ini menyebabkan BK menurunkan pendapatan bersih FY10E sebesar 12.2% dan laba jangka panjang (10 tahun rata-rata hingga FY20E) dengan rata – rata 9.4%. r BK mempertahankan rekomendasi overweight dan menurunkan target harga menjadi Rp 2,900. Resiko terhadap target harga antara lain : (1) penurunan tidak terduga pada harga nikel; (2) biaya penurunan yang lebih kecil dari perkiraan