Back
ANTM - Aneka Tambang (Persero)

Kontribusi ekspor bijih nikel ANTM tertekan karena UU Minerba

Larangan ekspor mineral mentah yang diterapkan pada 14 Januari 2014 diperkirakan akan mempengaruhi kinerja keuangan Aneka Tambang (ANTM). Perseroan memperkirakan akan kehilangan potensi pendapatan dari ekspor bijih nikel senilai US$350 juta-US$400 juta di tahun 2014. Kontribusi ekspor bijih nikel mencapai 35% dari pendapatan perseroan tahun lalu. Untuk menjaga performa keuangan tahun ini, perseroan akan melakukan efisiensi dengan cara menerapkan skala prioritas dalam pengembangan proyek. Selain itu, perseroan akan memacu finalisasi proyek yang strategis seperti pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) Tayan yang diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan di tahun ini. Perseroan juga akan memacu kontribusi dari bisnis feronikel dan emas. r Aneka Tambang (ANTM) akan mencari pinjaman bank sebesar USD 200-250 juta tahun ini. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Total investasi perseroan untuk pabrik di Pomalaa sebesar USD 600 juta. Di sisi lain, ANTM telah mengajukan permohonan kepada Kementerian BUMN terkait rencana rights issue sebesar 5% dari modal disetor. Progress pabrik Pomalaa telah mencapai 35%.

Related Research

Mining
ANTM - Pinning hopes on nickel
Devi Harjoto 28 September 2022 See Detail
Mining
ANTM - Spurred by EV development
Devi Harjoto 19 August 2022 See Detail
Mining
ANTM - EV development prompts to brighter future
Devi Harjoto, Alfiansyah 30 May 2022 See Detail